Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

6 Cara Mencegah Penyebaran Berita Hoax, di Media Sosial

Cara Mencegah Penyebaran Berita Hoax, di Media Sosial

Mencegah Penyebaran Berita Hoax 

Aspirasiproletar.com-Mencegah penyebaran berita hoax merupakan langkah maju untuk mencegah ujaran kebencian. Mengapa demikian? Karena orang akan cenderung terpancing emosinya ketika muncul kabar mengenai isu-isu sensitif. Misalnya saja, mengenai isu bangkitnya PKI, invasi china, dll. 

Namun disayangkan, bahwa tidak semua berita tersebut adalah benar. Banyak oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkan berita hoax tersebut, hanya untuk sebuah kepentingan semata.

Dalam menerima atau memberi suatu berita sebaiknya jangan percaya pada satu pihak saja. Tetapi juga harus dicari terlebih dahulu dari mana berita tersebut berasal. Jangan sampai Anda memberikan atau menerima berita hoax. 

Cara mencegah penyebaran berita hoax juga sangat diperlukan. Karena ada sanksi yang harus diterima kalau sampai berita yang disebar ternyata palsu.

Lalu, bagaimana cara mencegah penyebaran berita hoax? Berikut ulasannya.

6 Cara Mencegah Penyebaran Berita Hoax 

1. Cek dulu kebenarannya

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, alangkah baiknya bila sebelum Anda memutuskan untuk menyebarkan berita, di cek terlebih dahulu mengenai kebenarannya. Jangan hanya mencari di satu sumber saja, tetapi usahakan untuk mencari di sumber-sumber lainnya. 

Dengan demikian informasi yang sudah Anda dapatkan bisa menjadi berita yang terupdate dan juga teraktual, sehingga saat orang lain juga mencari kebenarannya bisa Anda sampaikan berikut dengan data dan fakta yang ada.

2. Perhatikan nama situsnya

Jangan menyebarkan berita dengan situs/website yang tidak memiliki sebuah kredibilitas. Contoh situs yang memiliki kredibiltas yaitu, Kompas.com, Liputan 6, Tempo, dll. Sedangkan situs yang tidak memiliki kredibilitas biasanya memiliki nama seperti, "...blogspot.com", "......wordpress.com", dll.

Dalam dunia akademik, nama situs yang ber-alamatkan seperti diatas sangat tidak dianjurkan untuk dijadikan sebuah referensi untuk menyampaikan suatu gagasan.

3. Jangan mudah terpancing dengan judul yang "provokatif"

Sumber berita saat ini juga tidak mudah untuk dipercaya, karena terkadang banyak yang membuat judul yang provokatif. Oleh sebab itu sebaiknya Anda tidak mudah untuk mempercayai berita dari sumber tersebut begitu saja.

Cari tahu dulu dari sumber lainnya, yang pastinya sudah terbukti kredibilitasnya. Dengan demikian, berita dengan judul yang provokatif dapat diminimalisir sedini mungkin.

4. Perhatikan dokumentasi yang disertakan

Dunia teknologi semakin berkembang, tentu ada banyak cara dilakukan oleh beberapa pihak untuk membuat berita yang mudah viral. Salah satunya adalah dengan menyertakan video atau foto yang diunggah ke dalam media sosial. 

Sebelum mengambil keputusan, alangkah baiknya bila Anda memperhatikan dengan seksama foto atau video yang disertakan, apakah dokumentasi tersebut asli atau palsu.

5. Masuk ke dalam forum atau grup anti hoax di media sosial

Saat ini sangat penting untuk menyaring berita yang masuk. Baik dari media sosial atau media lainnya. Karena tidak menutup kemungkinan kalau masih banyak pihak yang ingin menyebarkan berita bohong. 

Untuk mencegah hal tersebut, maka tidak ada salahnya bila Anda ikut dan masuk ke dalam sebuah forum atau grup yang ada di media sosial, sehingga saat ada berita yang belum dapat dipastikan kebenarannya, member dari grup anti hoax tersebut dapat membantu Anda mencari solusi.

6. Melaporkan ke Kemkominfo

Saat ada berita hoax atau berita yang tidak dapat dipastikan kebenarannya, maka langkah terakhir yang bisa Anda lakukan adalah melaporkan berita tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informatika, melalui email aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Demikianlah 6 cara mencegah penyebaran berita hoax atau palsu yang marak saat ini. Semoga ulasan di atas bermanfaat bagi Anda pribadi ataupun orang sekitar ya!


Post a Comment for "6 Cara Mencegah Penyebaran Berita Hoax, di Media Sosial"

Berlangganan via Email