Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Problematika Pemberitaan di Indonesia, yang Sering Terjadi

Problematika pemberitaan di indonesia, yang Sering Terjadi

Problematika Pemberitaan di Indonesia

Aspirasiproletar.com-Problematika pemberitaan di Indonesia kian hari semakin kompleks, tidak jarang menuai kritik banyak kalangan masyarakat Indonesia.

Dewasa ini seringkali kita dipertontonkan dengan judul yang terkesan seksualitas serta artikel yang dapat dinilai tidak berbobot. Dari pemberian judul atau title ini dapat menumbuhkan sebuah stereotipe melalui sebuah narasi.

Narasi tersebut terkadang juga dibumbui oleh kata-kata yang memunculkan stereotipe kepada salah satu sisi. Stereotipe adalah suatu prasangka kepada suatu individu atau kelompok hanya berdasarkan asumsi tanpa landasan. Misalnya saja, orang china itu pelit, batak itu keras, Islam itu radikal, orang padang itu pelit.

Contoh di atas merupakan stereotipe yang terjadi di masyarakat Indonesia, bahkan tidak jarang menuai sebuah konflik berkepanjangan. Munculnya stereotipe itu tidak jarang timbul oleh pemberitaan, yang  terkesan berat sebelah.

Permasalahan judul pada pemberitaan di Indonesia

“Celana Dalam Vanessa Angel Warna Ungu Disita Polisi untuk Barang Bukti”.-Kutipan judul berita dari TribunNews. “Kondom Hingga Celana Dalam Milik Vanessa Angel Disita Polisi”.-Kutipan judul berita dari News.Okezone.com. Adalah sebagian kecil judul berita yang bermasalah.

Judul di atas merupakan sebuah judul pada pemberitaan di Indonesia yang terkesan ingin menimbulkan rasa seksualitas, dari pada memberikan sebuah informasi. Bahkan juga hanya ingin mendapatkan keuntungan melalui visitor pada situs tersebut.

Dikutip dari Inilahsultra.com judul tersebut merupakan sebuah “pembunuhan pada karakter oleh pewarta” terhadap VA. Karena dalam judul berita seperti itu, perempuan seolah digambarkan hanyalah objeks seks semata. 

Padahal ada objek lain yang perlu diberitakan seperti mucikari dan juga media pemasarannya. “2 Mucikari Prostitusi Online yang Libatkan Vanessa Angel Ditahan”.-Kutipan judul berita Tempo.com. Kutipan Tempo.com mengedukasi pembacanya tentang bagaimana sistem prostitusi tersebut berjalan.

Judul berita dan isi berita tersebut pada contoh pertama, tidak memiliki makna serta kualitas artikel yang tidak berbobot. Bahkan terkesan mengarah kepada tujuan komersil semata, dari pada menyajikan informasi yang mengedukasi pembacanya.

Pemberitaan seksualitas lebih banyak dari pada permasalahan sosial

Problematika pemberitaan di indonesia, yang Sering Terjadi
Bandingkan

Problematika pemberitaan di indonesia, yang Sering Terjadi


Masyarakat akan lebih merasakan betapa banyaknya pemberitaan tentang seksualitas dari pada permasalahan sosial.

Masih segar diingatan kita bagaimana kasus Gisel diberitakan di Indonesia, bahkan begitu viral pada setiap harinya. Tidak jarang kemanapun Gisel berada akan selalu diliput oleh media nasional.

Bandingkan dengan pemberitaan yang menyangkut permasalahan sosial, seperti kemiskinan, kelaparan, pengangguran, dan juga kesenjangan sosial yang kian lebar jaraknya.

Media pemberitaan begitu asyik meliput artikel yang mengandung seksualitas, dari pada permasalahan sosial yang dari hari ke hari kian parah. 

Mengutip perkataan Abdur komika asal Nusa Tenggara Timur, ketika stand up comedy pada tahun 2014. “gunung Rokatenda meletus tahun 2013, yang terjadi selama 14 bulan. Namun sedikit pemberitaan yang memberitakan, karena tertutupi oleh banjir di Jakarta”.

Itu meng-indikatorkan media pemberitaan, hanya tertarik pada suatu peristiwa atau kejadian yang berpotensi menghasilkan visitor atau pengunjung pada situs atau media lainnya.

Tugas dan Fungsi Jurnalistik

Mengutip juga pada Inilahsultra.com, Jurnalis dan Media mempunyai sebuah komitmen untuk kinerja yang berlandaskan kepada kepentingan publik. Bukan terjerat akan pemberitaan sensional, ekspolitatif, dan juga terdapat sebuah ketidakadilan.

Karena Jurnalis dan Media merupakan faktor terpenting bagi sebuah perubahan sosial, yang bermartabat serta beretika. Sebuah karya jurnalistik yang dibuat haruslah mampu menciptakan suatu sisi positif didalam masyarakat.

Itu bertujuan untuk menciptakan sebuah kehidupan yang lebih baik, sejahtera, dan mengandung asas keadilan. Terutama bagi mereka yang termasuk kelompok rentan yaitu wanita dan anak-anak.

Itulah sebagian kecil problematika pemberitaan di Indonesia, semoga dengan adanya artikel ini dapat mendorong kepada sebuah kehidupan yang sejahtera dan adil.


Post a Comment for "Problematika Pemberitaan di Indonesia, yang Sering Terjadi"