Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pembubaran FPI Dinilai Tidak Adil: Kembalinya Era ORBA

Pembubaran FPI dinilai tidak adil


Pembubaran FPI Dinilai Tidak Adil

Aspirasiproletar.com- Pembubaran FPI Dinilai Tidak Adil, Banyaknya beragam tanggapan tentang pembubaran ormas Front Pembela Islam sebagai sebuah prosedur yang tidak sesuai hukum. Banyak kalangan masyarakat menilai tindakan tersebut merupakan sebuah ketidakadilan.

Namun apa daya, seperti yang telah diketahui bahwa Surat Keputusan Bersama (SKB) telah dikeluarkan, yang mengenai pembubaran FPI. Bukan saja dibubarkan, melainkan juga dianggap sebagai sebuah ormas terlarang.

Dikutip dari PR Depok, seorang pakar sosiologi Ariel Heryanto mengeluarkan aspirasinya dalam sebuah tulisan di media sosial Twitter. Aspirasinya tersebut mengenai pembubaran FPI.

 “Orde Baru menutup penerbitan pers tanpa proses pengadilan,” tulisnya seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari akun Twitter @ariel_heryanto.

Ariel Heryanto beranggapan era reformasi dewasa ini dinilai sama halnya dengan era orde baru. Di mana orde baru dinilai sebagai sebuah kekuasan yang begitu sentralistik.

“Kini Orde Baik (pemerintah saat ini) dapat membubarkan ormas atau organisasi mana pun tanpa  melalui proses pengadilan,” ujarnya.

Dalam kedua masa yang berbeda yang dibutuhkan hanya secarik kertas dengan tanda tangan pejabat eksekutif,” tambah Arif.

Ini mengingatkan semua kalangan ketika orde baru melakukan penutupan penerbitan pers tanpa melalui proses pengadilan yang selayaknya dilakukan.

“Orba menutup penerbitan pers tanpa melalui proses pengadilan. Kini Orde Baik juga bisa membubarkan ormas mana pun tanpa proses pengadilan". Ujarnya.

 Menurutnya bukan mengenai tentang benar atau salahnya ormas FPI, melainkan tentang apakah hukum di negara masih dihormati.

“Ini bukan soal apakah korbannya itu adalah bajingan atau pahlawan. Ini tentang persoalan apakah hukum dan peradilan yang mandiri, serta berimbang dan terbuka masih dihormati?”, ujar Ariel Heryanto pada akun twitter (@ariel_heryanto).

Menurut pakar sosiologi tersebut, Orde Baru dan Orde Baik memiliki sebuah kesamaan yang begitu ciri khas.

Ciri khasnya tersebut terlatak pada pembubaran sebuah organisasi tanpa melalui prosedur hukum yang berlandaskan peradilan yang mandiri, berimbang dan terbuka.

Menurutnya, Dalam dua masa pemerintahan yang berbeda, ia beranggapan bahwa hanya  melalui selembar kertas para pejabat, maka kebijakan langsung ditetapkan.

 

 

 

Post a Comment for "Pembubaran FPI Dinilai Tidak Adil: Kembalinya Era ORBA"

Berlangganan via Email