Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

3 Dampak Korupsi bagi Masyarakat, di Indonesia

Dampak Korupsi bagi Masyarakat

Dampak Korupsi bagi Masyarakat

Aspirasiproletar.com-Mungkin kata korupsi sudah tidak asing lagi didengar oleh masyarakat, lantas adakah dampak korupsi bagi masyarakat itu sendiri?. Pengertian korupsi adalah suatu perbuatan curang dengan menggunakan kekuasaan untuk mendapatkan keuntungan dengan tujuan memperkaya diri sendiri atau juga kelompoknya.

Kegiatan korupsi berdampak pada masyarakat juga, baik secara tidak langsung maupun secara langsung. Misalnya saja:

1. Pembangunan menjadi terhambat akibat korupsi

Dampak Korupsi bagi Masyarakat

Banyak kasus pembangunan menjadi terhambat lantaran maraknya kegiatan korupsi dalam suatu proyek. Di mana proyek tersebut sebenarnya bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat banyak, contohnya kasus korupsi dana desa yang dilakukan oleh kades di probolinggo.

Dana desa bertujuan untuk memberikan peningkatan untuk kesejahteraan masyarakat, pembangunan desa, dan juga suatu langkah menguarangi kemiskinan. Yang mana dana desa telah dimasukan kedalam Rencana Kerja Pemerintah Desa.

Jika rencana kerja pemerintah desa tidak mempunyai anggaran karena di korupsi oleh yang tidak bermoral, maka akan menghambat juga pada sektor pembangunan. Baik itu pembangunan berupa infrakstruktur, ekonomi, maupun sosial.

2. Menambah rasa antipati masyarakat terhadap pemerintah

Dampak Korupsi bagi Masyarakat
Begitu banyaknya kegiatan korupsi yang dilakukan serta dipertontonkan kepada masyarakat, tentu akan menambah rasa antipati masyarakat terhadap pemerintah. Antipati adalah suatu perasaan ketidaksukaan terhadap suatu objek, yang mana ketidaksukaan ini akan mendorong kepada ketidakpedulian.

Jika sudah ada rasa ketidakpedulian masyarakat terhadap kinerja pemerintah, maka akan akan merusak sistem demokrasi itu sendiri. Misalnya saja ketika saat pemilihan pemilu umum.

Di mana pemilihan umum di sektor daerah, masih banyak perilaku yang memilih Golongan Putih (golput). Golput dipilih oleh sebagian kalangan karena kekecewaan yang amat dalam terhadap pemerintah.

Jika sudah kian parahnya rasa masyarakat terhadap pemerintah, maka budaya politik yang diharapkan di Indonesia adalah partisipan akan menjadi harapan belaka.

3. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum

Dampak Korupsi bagi Masyarakat
Banyak kalangan yang masih menganggap penegakan hukum di Indonesia, masih menganut pada konsep “tajam ke bawah”. Itu dapat dilihat dari sedikitnya para koruptor yang mendapatkan hukuman seumur hidup.

Akan berbeda hal jika “si miskin” yang melakukan kejahatan. Padahal tidak sedikit kejahatan yang dilakukan oleh si miskin, hanya guna untuk menyambung hidup. Misalnya saja kisah Bapak Sholeh yang mencuri Rebung (akar bambu).

Itulah dampak korupsi bagi masyarakat menurut Aspirasiproletar.com. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan bagi para pembaca setia AP.com.

 

Post a Comment for "3 Dampak Korupsi bagi Masyarakat, di Indonesia"

Berlangganan via Email