Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kesejahteraan Untuk Masyarakat Tanpa Riba

Masyarakat tanpa riba

Masyarakat Tanpa Riba

Aspirasiproletar.com-Pada kali ini AP.com akan membahas tentang kesejahteraan untuk masyarakat tanpa riba. Secara definisi riba merupakan kegiatan yang meminjamkan uang berserta bunga kepada orang lain. Kegiatan riba ini sangat memberatkan, terutama pada kaum kelas menengah bawah.

Dalam perspektif Islam kegiatan riba merupakan hal yang sangat dilarang, banyak ayat-ayat yang melarang kegiatan riba, riba dipersamakan dengan mereka yang mengambil kekayaan orang lain secara tidak benar dan Allah mengancam kedua belah pihak dengan siksa yang pedih (QS. An-Nisa: 160 dan 161).

Dalam perspektif agama lain, Yahudi juga melarang kegiatan riba dan menganggap kegiatan riba adalah sesuatu yang hina. Karena memang sejatinya riba dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dari pinjaman kepada orang miskin, dengan pinjaman tersebut kan membebani orang miskin itu pula.

Masyarakat tanpa riba


Solusi untuk masyarakat tanpa riba

Agama Islam melarang keras praktik riba (membungakan uang) namun mendorong umatnya untuk melakukan investasi, karena terdapat perbedaan antara investasi dan membungakan uang. Menurut Antonio (dalam Anita 2013), perbedaan tersebut dapat dibedakan dari definisi hingga maknanya masing-masing, yaitu:

Perbedaan Riba dan Investasi

1) Investasi adalah kegiatan usaha yang mengandung resiko karena berhadapan dengan unsur ketidakpastian. Dengan demikian, perolehan return-nya tidak pasti dan tidak tetap.

2) Membungakan uang adalah kegiatan usaha yang kurang mengandung resiko karena perolehan return-nya berupa bunga yang relatif pasti dan tetap.

Investasi juga dapat dilakukan melalui kerjasama ekonomi yang dilakukan dalam semua segala kegiatan ekonomi, seperti produksi, konsumsi dan distribusi. Misalnya bisnis ekonomi pada Islam dalam bentuk kerjasama  adalah musyarakah atau mudharabah. 

Dengan adanya transaksi musyarakah dan mudharabah ini, kedua belah pihak yang bermitra tidak akan mendapatkan bunga, tetapi mendapatkan bagi hasil atau profit dan loss sharing dari kerjasama ekonomi yang telah disepakati bersama. Profit-loss sharing juga dapat dianggap sebagai  suatu sistem kerjasama yang lebih mengedepankan keadilan dalam bisnis Islam, sehingga dapat dijadikan sebagai solusi alternatif pengganti sistem bunga atau praktik riba.

Sebagai pengganti sistem bunga dalam ekonomi konvensional, ekonomi Islam lebih menganjurkan kepada sistem bagi hasil. ketika pemilik modal bekerja sama dengan pengusaha untuk melakukan kegiatan usaha. Apabila kegiatan usaha menghasilkan keuntungan, maka keuntungan dibagi bersama dan apabila kegiatan usaha mengalami kerugian, kerugian tersebut ditanggung bersama. 

Penerapan bagi hasil ini diharapkan dapat menggantikan sistem riba yang hanya menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lainnya. Penerapan bagi hasil yang optimal dapat bermanfaat kepada kesejahteraan untuk masyarakat tanpa riba.

Post a Comment for " Kesejahteraan Untuk Masyarakat Tanpa Riba"