Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Good Governance dalam Islam:Keadilan dan Kesejahteraan

                      Good governance dalam islam

Good Governance Dalam Islam

Aspirasiproletar.com-Good governance dalam Islam sangat dianjurkan agar tercapainya keadilan dan kesejahteraan sosial sebagaimana yang dimuat di dalam Al-Quran.

Ilmu Politik sebagai salah satu ilmu sosial memainkan peran penting dalam pengelolaan roda pemerintah. Berbagai persepsi telah disebutkan oleh para ahli tentang definisi politik itu sendiri. Salah satu ekspresi definisi politik yang paling banyak adalah definisi Harold Dwight Laswell (1936) yang menyatakan bahwa politik adalah: "Siapa yang mendapatkan apa, kapan dan bagaimana".

Tidak hanya disiplin ilmiah yang umumnya diperkirakan oleh kalangan umum sebagai partai politik, tetapi dikaitkan dengan siapa yang mendapatkan apa, kapan, dan bagaimana (bagaimana cara mendapatkannya). Pemerintah tanpa politik seperti kapal yang berlayar di tengah lautan yang luas tanpa menggunakan kompas dan kartu, tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas pada perjalanannya. Kebijakan dan pemerintah adalah dua elemen yang tidak dapat dipisahkan antara keduanya.
 
Namun politik dewasa ini sering dianggap buruk karena cara seseorang yang membenarkan berbagai cara untuk mencapai kekuatan tertinggi. Kebijakan negatif dan hipotesis pemerintah belum lolos dari perilaku para aktor yang telah bermain pada fase pemerintah negara itu. 

steorotipe tersebut terjadi karena:
  1. Birokrasi yang tidak efisien;
  2. Birokrasi yang kaya akan struktur tetapi fungsi yang buruk; 
  3. Birokrasi non-netral;
  4. Birokrasi yang tidak transparan;
  5. Serta kasus korupsi dilakukan oleh Pejabat resmi menjadi konsumsi harian masyarakat makan berita di media.
Ini menyebabkan ketidakpercayaan  di antara masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Karena krisis kepercayaan pada kinerja pemerintah ini yang menyebabkan pada akhir abad ke-20 muncul konsep good governance.

Good governance dalam Islam adalah bahasan yang menarik dalam disiplin manajemen publik dan kebijakan publik dan disiplin ilmu sosial dan politik lainnya. Ini akan sangat terkait dengan penyediaan kebutuhan publik (baik material maupun non-material) oleh pemerintah ke masyarakat secara efektif dan efektif untuk keberlanjutan kehidupan masyarakat. 
 
Islam tidak pernah menghambat perkembangan ilmu pengetahuan. Bahkan, dalam Al-Quran dan Hadits, mengatakan hukum belajar adalah wajib bagi setiap Muslim dan Muslimimah dan karena gelar ilmiah manusia dapat diangkat (HR Ibn Abdil Barr dan Qs 58:11). Bahkan, banyak pernyataan yang dapat ditemukan dalam Alquran dan kata-kata serta perilaku para rasul di hadits dapat dibuktikan secara ilmiah dengan sains modern.
 
Al-Qur'an diungkapkan oleh Allah SWT sebagai kitab sakral Muslim untuk menjadi pedoman bagi umat Islam. Meskipun Al-Qur'an berkurang 1400 tahun yang lalu, konten tetap relevan sampai sekarang. Alquran Muslim dianggap sebagai "formula canggih" di mana ada berbagai jenis disiplin ilmu yang diuji oleh ilmu pengetahuan modern, beberapa di antaranya ada di bidang kedokteran, teknologi, masyarakat sosial dan pemerintah.
 
Dalam Al-Qur'an, jelaskan bagaimana pemerintah harus dilakukan untuk menciptakan pemerintahan yang baik. Dalam Al-Qur'an, itu tidak secara eksplisit menjelaskan penerapan tata kelola yang baik kepada pemerintah. Bahkan, konsep tata pemerintahan yang baik dalam Al-Qur'an tidak hanya dapat diterapkan pada pemerintah, tetapi harus pada setiap organisasi dan dalam kehidupan kita sehari-hari. 

  1. Konsep tanggung jawab; 
  2. Transparansi; 
  3. Keadilan; 
  4. Ekuitas (kesetaraan).
Jika konsep good governance dipraktikkan dan diinternalisasi dalam tata kelola maka akan memiliki manfaat yaitu:

  1. tidak akan ada patologi sosial seperti korupsi;
  2. ketidakadilan sosial; 
  3. kesenjangan;
  4. diskriminasi antar-gerobak, dan yang lainnya. 

Post a Comment for "Good Governance dalam Islam:Keadilan dan Kesejahteraan"

Berlangganan via Email